Contoh Studi Kasus.
Nenek Pencuri Coklat Vs Koruptor
Sepertinya kasus kasus yang beterbangan di negara ini benar-benar
beraneka ragam dengan keanehannya masing-masing. Seperti contohnya kasus
yang baru saja terjadi di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Nasib sial
menimpa seorang nenek nenek yang ketahuan mencuri 3 biji kakao di daerah
perkebunan yang akan dijadikan bibit dan sekarang nasibnya terancam
hukuman percobaan 1 bulan 15 hari.
Miris juga ya peradaban hukum di negara ini. Memang yang namanya
pencurian tetap suatu kesalahan seberapapun besar kecilnya bila
dipandang perlu ditindak lanjuti silahkan saja. Hanya saja yang jadi tak
berimbang di sini adalah, seorang nenek nenek yang hanya mencuri 3 biji
kakao harus berhadapan dengan meja hijau tanpa di dampingi pengacara
karena tidak adanya kemampuan finansial untuk membayar jasa pengacara.
Sementara koruptor a.k.a maling uang rakyat yang bermilyar milyar bahkan
trilyunan bebas berkeliaran tanpa penyelesaian yang jelas.
Mafia mafia peradilan, makelar makelar kasus bisa bebas berkeliaran dan
hidup bermewah mewah. Memang benar bahwa semua itu sebagai proses
peringatan supaya tidaklah menjadi contoh bagi yang lain dalam tindak
pencurian. Tapi, apakah proses peradilan yang seadil-adilnya bagi
koruptor dan para mafia peradilan tidak bisa ditegakkan seperti petugas
hukum menindak tegas maling-maling ayam dan maling-maling seperti Ibu
Minah?
Masyarakat sangatlah bisa menilai sendiri seperti apa wajah hukum di
negara kita ini. Ketimpangan yang terjadi di dunia hukum saat ini,
seperti bergulirnya kasus Bibit – Chandra yang terus berjalan dan belum
menemukan titik temu yang jelas, ditambah lagi saat ini sedang bergulir
kasus Polisi vs Jurnalisme. Fiuh…kapan ya peradilan di negara ini bisa
berlaku adil tanpa mencari kambing hitam?
Minggu, 21 April 2013
Sabtu, 23 Maret 2013
Tugas Konsepsi IBD
Contoh studi kasus Konsepsi IBD.
Keberagaman Budaya Patut Dijaga
Keberagaman budaya merupakan
kekayaan bangsa yang patut dijaga. Indonesia merupakan negara yang kaya dengan
budayanya. Budaya dianggap sebagai ciri suatu negara. Apakah para politisi
negeri ini menyadari pentingnya kebudayaan, kesenian, bagi perkembangan
peradaban suatu bangsa. Kebangkitan dari keterpurukan akibat krisis ekonomi,
krisis kepemimpinan, penanganan terhadap terorisme tak dapat dilakukan serta
merta tanpa strategi kebudayaan sama sekali.
Hal yang harus dipahami yaitu
kebudayaan merupakan hal penting dan aset bagi negara, tak hanya pertumbuhan
ekonomi, anggaran pertahanan, tata kelola pemerintahan, atau hak asasi manusia.
Ekonomi dan lingkup komersial digalakkan untuk kemajuan negara, pada saat yang
sama, tak terlihat bagaimana tindakan preventif bagi situs budaya yang terancam
digusur proyek pariwisata. Seperti misalnya bangunan cagar budaya di kawasan
Kota Jakarta yang tak lagi terurus. Saat itu, di mana kepedulian kita sebagai
pemilik sah kebudayaan kita sendiri? Ketika batik dan wayang diperebutkan,
barulah kita sibuk membuat hak cipta pada sebuah pranata dan kebudayaan. Tak
banyak yang bisa dilakukan para budayawan jika yang mereka lakukan tak mendapat
dukungan langsung dari pemerintah kita sendiri.
Tulisan : Konsespsi IBD
Kebudayaan
Pada era globalissi seperti sekarang ini banyak anak-anak muda calon penerus bangsa yang sudah lupa akan budaya bangsa kita sendiri yaitu bangsa indonesia , anak zaman sekarang lebih memilih mencontoh budaya bangsa-bangsa barat yang sebenarnya bertentangan dengan budaya bangsa kita sendiri seperti mencontoh cara berpakaian yang menurut budaya bangsa kita sangat tidak bagus karena sudah melanggar norma kesopanan.Ada juga gaya atau cara berpacaran anak muda zaman sekarang banyak yang sudah terlalu menyimpang dari seharusnya.
Masalah seperti ini sebenarnya bisa dicegah dengan cara memberitahu dan mengajarkan kebudayaan asli bangsa kita sejak kecil dalam kehidupan sehari-hari agar anak cucu kita terbiasa dengan budaya kita dan terus terbawa dan terbiasa menerapkannya dilingkungan pergaulannya.Sehingga budaya asli kita tidak pudar pada jiwa-jiwa anak muda.
Jumat, 22 Maret 2013
Tulisan : Manusia Dan Kebudayaan
Budaya Yang Terlupakan
Anak anak zaman sekarang memang banyak yang sudah tidak mengenal budaya kita yaitu budaya indonesia.Mereka lebih mengenal budaya-budaya barat yang banyak ditayangkan melalui acara-acar di televisi,banyak acara-acara televisi zaman sekarang yang mengadung nilai-nlai moral yang tidak baik bagi anak.
Masalah seperti ini sebenarnya bisa dicegah dengan cara memberitahu, mengajarkan dan menerapkan kebudayaan bangsa kita sejak kecil dikehidupan sehari-hari agar terus terbawa dan terbiasa menerapkannya dilingkungan pergaulannya.Sehingga budaya asli kita tidak hilang dan dapat diteruskan oleh anak cucu kita.
Tulisan : ISD sebagai salah satu MKDU
Kemacetan
Saya sering
terjebak macet jika hendak berpergian kemana saja seperti ke kampus ataupun
jalan- jalan. Saya sering pusing melihat kemacetan lalulintas dijalan raya
seperti didepok yang sering terjadi,
bahkan sudah seperti menjadi sebuah kebiasaan yang tidak bisa dilepaskan, tidak
mengenal waktu bisa terjadi dimana saja. Membuat kita banyak kehilangan waktu
yang penting untuk melakukan suatu
kepentingan kita.
Tugas Manusia dan Kebudayaan
Contoh kasus Manusa dan Kebudayaan.
Menurut studi kasus yang saya lakukan mengenai manusia dan kebudayaan remaja dilingkungan kehidupan saya sudah bisa dibilang menyimpang dari kebudayaan bangsa kita yaitu bangsa timur. Banyak sekali remaja yang melupakan kebudayaan bangsa timur dan lebih mengenal kebudayaan bangsa barat. Contohnya seperti, cara bergaul remaja zaman sekarang, anak SD yang bisa dikatakan belum wajar untuk mengenal istilah berpacaran tetapi mereka sudah mengenal apa itu berpacaran dan tidak hanya mengenal istilahnya saja tetapi juga sudah pernah mencoba apa itu pacaran. Itu dikalangan anak SD berbeda dengan kalangan anak SMP, SMA dan kuliahan yang sudah bisa dikatakan sangat menyimpang dalam mengartikan apa istilah berpacaran. Dari salah mengartikan apa istilah itu banyak remaja yang mengartikan berpacaran itu saling menyayangi dan memberikan apa yang kita punya kepada pacar kita, hal ini sangat salah dan ini mencontoh dari pergaulan anak-anak bangsa barat yang dikatakan dalam pergaulannya sangat bebas dan tidak mengenal cara berbudaya yang baik dan benar. Kasus seperti ini sebenarnya bisa dicegah dengan cara memberitahu, mengajarkan dan menerapkan kebudayaan bangsa kita sejak kecil dikehidupan sehari-hari agar terus terbawa dan terbiasa menerapkannya dilingkungan pergaulannya.
Menurut studi kasus yang saya lakukan mengenai manusia dan kebudayaan remaja dilingkungan kehidupan saya sudah bisa dibilang menyimpang dari kebudayaan bangsa kita yaitu bangsa timur. Banyak sekali remaja yang melupakan kebudayaan bangsa timur dan lebih mengenal kebudayaan bangsa barat. Contohnya seperti, cara bergaul remaja zaman sekarang, anak SD yang bisa dikatakan belum wajar untuk mengenal istilah berpacaran tetapi mereka sudah mengenal apa itu berpacaran dan tidak hanya mengenal istilahnya saja tetapi juga sudah pernah mencoba apa itu pacaran. Itu dikalangan anak SD berbeda dengan kalangan anak SMP, SMA dan kuliahan yang sudah bisa dikatakan sangat menyimpang dalam mengartikan apa istilah berpacaran. Dari salah mengartikan apa istilah itu banyak remaja yang mengartikan berpacaran itu saling menyayangi dan memberikan apa yang kita punya kepada pacar kita, hal ini sangat salah dan ini mencontoh dari pergaulan anak-anak bangsa barat yang dikatakan dalam pergaulannya sangat bebas dan tidak mengenal cara berbudaya yang baik dan benar. Kasus seperti ini sebenarnya bisa dicegah dengan cara memberitahu, mengajarkan dan menerapkan kebudayaan bangsa kita sejak kecil dikehidupan sehari-hari agar terus terbawa dan terbiasa menerapkannya dilingkungan pergaulannya.
Tugas ISD sebagai salah satu MKDU
Contoh kasus ISD sebagai salah satu MKDU.
Banyak pihak yang menilai polisi kecolongan dalam kasus bentrokan berdarah di Jalan Ampera Jakarta Selatan. Tapi, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Ito Sumardi membatahnya.
Menurut Ito, pada hari kejadian, sebanyak 200 personil anggota kepolisian diterjunkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Ada 200 polisi di dalam pengadilan. Sedangkan kejadiannya di luar dan kejadiannya cepat sekali," kata Ito usai mengikuti Upacara Hari Kebangkitan Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (1/10).
Saat terjadi bentrokan, lanjut Ito, pihak polisi langsung mengamankan lokasi.
Ito menjelaskan, polisi hingga kini masih menyelidiki bentrokan berdarah tersebut. "Proyektil juga masih diselidiki di Puslabfor," ujar dia.
Banyak pihak yang menilai polisi kecolongan dalam kasus bentrokan berdarah di Jalan Ampera Jakarta Selatan. Tapi, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Ito Sumardi membatahnya.
Menurut Ito, pada hari kejadian, sebanyak 200 personil anggota kepolisian diterjunkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Ada 200 polisi di dalam pengadilan. Sedangkan kejadiannya di luar dan kejadiannya cepat sekali," kata Ito usai mengikuti Upacara Hari Kebangkitan Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (1/10).
Saat terjadi bentrokan, lanjut Ito, pihak polisi langsung mengamankan lokasi.
Ito menjelaskan, polisi hingga kini masih menyelidiki bentrokan berdarah tersebut. "Proyektil juga masih diselidiki di Puslabfor," ujar dia.
Langganan:
Postingan (Atom)