Tulisan
Kecil Untuk Jakarta
Kata orang, hidup di Jakarta itu tua
di jalan. Perjalanan yang normalnya bisa ditempuh dalam waktu 10 sampai 15
menit, ternyata memakan waktu dua jam, bahkan lebih. Ukuran normal pun berubah.
Dan kita pun pasti punya ukuran masing-masing dalam hal estimasi waktu agar
dapat sampai di kantor tepat waktu, tidak terlambat saat meeting, atau
pun agar pasangan nggak marah karena kita terlambat menjemput.
Semuanya sudah menjadi makanan kita
sehari-hari. Macet ibarat nafasnya orang Jakarta. Capek? Sudah pasti. Kesel?
Setiap hari. Marah? Sering. Namun apakah semuanya dapat mengurangi
kemacetan dan dalam sekejap membuat Jakarta menjadi kota dengan lalu lintas
yang teratur? Jawabannya tentu saja tidak. Dan yang bisa kita lakukan adalah
mensyukuri dan menikmati kenyataan dengan cara-cara yang kita miliki. Karena
seperti kata pepatah, life isn’t about waiting for the storm to pass, it’s
about learning to dance in the rain.